Pada tanggal 24 Juni 2026, Komitmen akademisi dalam menjembatani kesenjangan antara teori teknologi mutakhir dan kebutuhan riil industri manufaktur kembali ditunjukan, tim Fakultak Ilmu Komputer dari Grup COMNETS-SPCIES melakukan langkah strategis dalam mendorong transformasi digital sektor manufaktur. Melalui kegiatan pengabdian dan kolaborasi teknologi, tim pakar membedah akselerasi Kecerdasan Buatan (AI) untuk mengoptimalkan operasional di pabrik PT Sumatera Prima Fibreboard (SPF), Indralaya. Langkah ini menandai upaya serius akademisi dalam menjembatani celah antara teori mutakhir dengan kebutuhan riil industri papan serat skala ekspor tersebut.

Pembukaan secara resmi oleh Faisal Mardanita (HRD Manager PT. SPF) yang menyambut baik kegiatan tim Lab COMNETS-SPCIES untuk sharing knowledge dan sinergi dalam pemecahan atau identifikasi masalah pada rutinitas pekerjaan di PT. SPF. Disampaikan juga tentang sinergi dan kegiatan yang telah dilakukan selama ini bersama UNSRI terutama dalam rekrutmen alumni UNSRI hingga sampai pada kegiatan ini imbuh nya. Sambil memperkenalkan tim yang hadir.

Dilanjutkan dengan Prof. Ir. Deris Stiawan. Ph.D (Dosen Prodi S3 Ilmu Komputer) yang mengatakan kegiatan ini berfokus pada akselerasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Smart Industry untuk memecahkan berbagai tantangan operasional. Mengusung juga semangat inovasi berdampak (Impactful) yang sejalan dengan status Universitas Sriwijaya sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) yang dituntut untuk aktif menghadirkan solusi ilmiah bagi industri lokal dan nasional. Dalam era Industri 4.0 yang menuntut efisiensi tinggi, adopsi Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak. Menyadari hal tersebut, tim ahli dari Fasilkom UNSRI membedah empat pilar teknologi krusial yang siap merevolusi operasional pabrik.
Disampaikan juga perjalanan Fasilkom UNSRI, yang didukung oleh ekosistem pendidikan lengkap mulai dari program Diploma, Sarjana, Magister, hingga Program Doktor Ilmu Komputer yang berdiri sejak tahun 2024, menurunkan tim kepakaran terbaiknya untuk mendampingi PT. SPF menuju era Smart Factory. Melalui keahlian di bidang Kecerdasan Buatan, Data Sains, dan Internet of Things (IoT), tim peneliti berupaya mengkonversi problem fisik di lapangan menjadi pemodelan data kognitif yang dapat diotomatisasi.

Dalam sesi pertama, Abdurahman.M.Han (prodi Sistem Komputer) dan Ferlian. M.Kom (prodi. Sistem Komputer) sebagai tim peneliti dengan tema automasi Smart Industry dalam interoperability yang menitik beratkan pada integrasi teknologi digital, sensor, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan dalam proses produksi. Melalui pendekatan ini, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, mengurangi ketergantungan pada proses manual, serta memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap kondisi operasional secara real-time. Ide tentang middleware untuk pertukaran data dalam olahan data antar perangkat menjadi utama dalam sesi ini, Dimana pentingnya pengelolaan dan integrasi data lintas sistem yang selama ini sering menjadi tantangan dalam lingkungan industri. Tim Smart Industri menjelaskan bagaimana interoperabilitas memungkinkan pertukaran data yang lebih cepat, akurat, dan terstandarisasi antarunit kerja, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data (data-driven decision making).

Paparan kedua mengulas pengembangan User Interface (UI) untuk visualisasi dan pemantauan data industry oleh Ricy Firnando, M.Kom (Prodi Teknik Komputer). Diperlihatkan bagaimana dashboard interaktif dapat menyajikan informasi produksi, performa mesin, indikator kualitas, hingga parameter operasional lainnya secara mudah dipahami oleh pengguna dan data tersebut di dapat secara realtime / tangkapan dari arus infomasi yang dibuat oleh masing-masing mesin. Dengan visualisasi yang tepat, manajemen dan operator dapat memantau kondisi pabrik secara lebih efektif serta merespons potensi permasalahan dengan lebih cepat.

Pada sesi berikutnya, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan chatbot berbasis AI sebagai sarana otomasi kepakaran dalam lingkungan Perusahaan yang disampaikan oleh Danny Matthew Saputra, S.T., M.Sc (Prodi Sistem Komputer) dan Dr. Qurhanul Rizkie (prodi Manajemen Informatika), menjelaskan tentang pendekatan terbaru untuk mendukung Enterprise Data Management, khususnya dalam pengelolaan arsip, dokumentasi, prosedur operasional, hingga basis pengetahuan perusahaan. Melalui chatbot, pengguna dapat memperoleh informasi yang relevan secara cepat tanpa harus melakukan pencarian manual pada dokumen yang tersebar di berbagai sistem penyimpanan. Ditambahkan, Teknologi ini dirancang untuk mengubah dokumen Standar Operasional Prosedur menjadi basis pengetahuan digital yang dapat diakses secara interaktif melalui chatbot. Dengan memanfaatkan teknologi AI generatif dapat memperoleh informasi prosedur kerja secara cepat, akurat, dan konsisten tanpa harus menelusuri dokumen secara manual.

Sesi Keempat, membahas praktik prompt engineering yang disampaikan oleh Iman Saladin B Azhar. MM.Si (prodi Sistem Komputer) dan penerapannya dalam sistem industri. Tim Smart Industry menjelaskan bahwa kualitas keluaran AI sangat dipengaruhi oleh cara pengguna menyusun instruksi atau prompt. Berbagai contoh kasus diperlihatkan untuk menunjukkan bagaimana teknik penyusunan prompt yang tepat dapat membantu analisis data, penyusunan laporan, pencarian informasi teknis, hingga mendukung proses pengambilan keputusan dalam lingkungan industri. Sesi tersebut dicontohkan dalam membangun platform HRIS (Human Resources Info.System), Dimana system ini juga akan dilakukan bersama Nurul Afifah. M.Kom

Sesi terakhir, Kandidat Doktor Adi Hermansyah. MT (prodi Teknik Komputer) menjelaskan tentang perangkat Smart Cyber Physical System (Smart Health), dijelaskannya alat ini mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dan IoT, alat ini mampu mengukur enam parameter kesehatan esensial sekaligus secara real-time: Saturasi Oksigen, Denyut Jantung, Tekanan Darah, Suhu Tubuh, Tinggi Badan dan Berat Badan. Semua data sensorik tersebut diproses oleh algoritma AI untuk memberikan gambaran klinis yang instan dan data secara realtime dapat dikirim ke system lain / platform existing. Diceritakanjuga oleh Dr. Ir. Ahmad Heryanto (prodi Teknik Komputer) alat ini sudah di pasang di beberapa titik layanan Kesehatan seperti di puskesmas dan RSMH. Kehadiran alat ini sebagai hilirisasi nyata dari hasil penelitian yang menegaskan bahwa pihak terkait sangat serius dalam mengadopsi teknologi lokal.

Tim Smart Industri juga melakukan kunjungan ke Ruang Central produksi untuk mendapat gambara tentang konsep optimasi prediktif kegagalan produk berbasis Agentic AI dibawah koordinasi Dr. Ahmad Zarkasi, Dr. Kemahyanto Exsaudi, Aditya Putra Perdana Prasetyo, M.T. dan Rahmat Fadli Isnanto, M.Sc (prodi Teknik Komputer),. Pendekatan ini memanfaatkan agen kecerdasan buatan yang mampu menganalisis data produksi, mengidentifikasi pola anomali, serta memberikan rekomendasi tindakan secara proaktif untuk mencegah potensi kegagalan produk. Teknologi Agentic AI dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung sistem predictive quality dan predictive maintenance yang semakin dibutuhkan oleh industri modern, yang dijelaskan oleh Sekretaris Departemen Sistem Komputer Huda Ubaya. MT yang hadir menyertai dalam kunjungan tersebut.
Kolaborasi antara Fasilkom UNSRI dan PT. Sumatera Prima Fibreboard ini menjadi bukti nyata bahwa riset kecerdasan buatan tingkat lanjut tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan mampu menjadi motor penggerak efisiensi dan digitalisasi industri manufaktur di Sumatera Selatan. Ditunggu implementasi penuh teknologi Agentic AI ini di lantai produksi.

Diakhir sesi, Pihak manajemen PT Sumatera Prima Fibreboard menyambut sangat baik kolaborasi ini. Melalui metode pendekatan interaktif yang melibatkan paparan tema kegiatan, diskusi dua arah, serta demo singkat hasil sistem pintar, diharapkan problem-problem krusial di lantai produksi—seperti optimasi bahan baku, prediksi perawatan mesin (predictive maintenance), hingga efisiensi energi dapat diselesaikan secara cerdas menggunakan teknologi AI. Implementasi AI di lingkungan PT Sumatera Prima Fibreboard didasari oleh pergeseran paradigma industri global yang menuntut efisiensi tingkat tinggi. Berdasarkan laporan tren global seperti Future of Jobs Report, kompetensi modern seperti analytical thinking, literasi teknologi, serta penguasaan AI & Big Data kini menjadi pilar utama yang menentukan daya saing sebuah perusahaan.
