

PALEMBANG – Bagaimana rasanya mengelola sistem saraf digital sebuah bank besar dengan ribuan transaksi per detik? Jawabannya dikupas tuntas dalam Kuliah Umum Sistem Komputer Fasilkom Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang mengangkat tema strategis: “Pengelolaan Jaringan Komputer Perbankan: Tantangan dan Solusi.”
Acara bergengsi ini dibuka langsung oleh Kepala Departemen Sistem Komputer Fasilkom UNSRI, Bapak Huda Ubaya, M.T. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya mahasiswa memahami realita industri yang bergerak sangat cepat, terutama di sektor krusial seperti perbankan.
Menghadirkan Sang Praktisi Senior
Tak tanggung-tanggung, Fasilkom UNSRI menghadirkan Bapak Bambang Wahyu Nugroho, sosok veteran di dunia perbankan yang menjabat sebagai Vice President Divisi Operasional & Pelayanan Bank Sumsel Babel hingga masa purnatugasnya di tahun 2025.
Dengan pengalaman puluhan tahun, beliau membedah dua sisi “mata uang” yang menjadi momok sekaligus peluang bagi tim IT perbankan:
- Sisi Teknis: Menghadapi labirin kompleksitas jaringan dengan infrastruktur perangkat yang sangat beragam. Satu kesalahan kecil bisa berdampak pada layanan ribuan nasabah.
- Sisi Manajerial: Tekanan regulasi yang kian ketat, terutama kewajiban mematuhi UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang menjadi standar mati keamanan data nasabah saat ini.
Arsitektur Kokoh: Kunci Keamanan Perbankan
Menjawab tantangan tersebut, Bapak Bambang membagikan “resep dapur” perbankan dalam menjaga stabilitas jaringan. Menurutnya, perbankan wajib memiliki desain arsitektur yang tidak hanya canggih, tapi juga cerdas.
Solusi strategis yang dipaparkan meliputi:
- Segmentasi Jaringan: Membagi jaringan menjadi bagian-bagian kecil untuk meminimalisir risiko penyebaran serangan.
- Implementasi DMZ (Demilitarized Zone): Membangun benteng pertahanan ekstra antara jaringan internal dan internet.
- Real-time Monitoring: Sistem pengawasan 24/7 yang mampu mendeteksi anomali sebelum menjadi masalah besar.
Kuliah umum ini menjadi jembatan emas bagi mahasiswa Fasilkom UNSRI untuk melihat langsung bagaimana teori di kelas diaplikasikan pada industri yang memiliki risiko tinggi (high stakes).
