Bakal Makin Canggih! RSMH Palembang dan Tim Peneliti FASILKOM Bersatu menuju implementasi Transformasi Digital SMART HOSPITAL

Berita Penelitian PKM

Tim peneliti dari FASILKOM UNSRI (COMNETS-SPCIES) berdiskusi dalam kepakaran keilmuan di bidang Enterprise dan  Edge / Pervasive Computing.  Rapat pagi ini  dengan agenda  utama koordinasi perencanaan dan pelaksanaan integrasi sistem informasi kesehatan (Smart Health) di lingkungan RSMHPalembang. Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari rapat sebelumnya bersama COMNETS Research Group sebagai mitra strategis dalam pengembangan, evaluasi dan pelaporan layanan system Enterprise yang saat ini sedang di implementasikan.

Dalam diskusi santai yang berlangsung Tim peneliti memberikan paparan terkait standarisasi protokol komunikasi data dan memberikan rekomendasi mengenai arsitektur jaringan yang paling efisien untuk mendukung integrasi Smart Health. Hal ini dilakukan guna memastikan sistem memiliki skalabilitas yang baik untuk pengembangan di masa depan. Dalam sesi diskusi, Tim SIMRS RSMH dan Peneliti FASILKOM membahas sinkronisasi antara infrastruktur eksisting dengan teknologi baru yang akan diimplementasikan. Fokus utama pembahasan mencakup minimalisasi downtime saat migrasi data serta penguatan sistem keamanan siber guna melindungi kerahasiaan data pasien. Tim Peneliti menyatakan kesiapannya dalam memberikan dukungan riset dan asistensi teknis selama fase implementasi.

Presentasi dilanjutkan dengan pemaparan dari tim peneliti FASILKOM dari SPCIES RG yang memperkenalkan inovasi robot pengantar obat bernama “Medro”. Kehadiran robot cerdas ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi alur distribusi obat-obatan ke bangsal perawatan, mengoptimalkan presisi pemberian waktu obat, sekaligus membantu meringankan beban kerja fisik tenaga kesehatan sehari-hari. Selain inovasi robotika, tim juga memaparkan peluang riset strategis terkait digitalisasi pengambilan data pada alat-alat life-support dan monitor pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU). Proses pencatatan data vital pasien (seperti detak jantung, tekanan darah, dan saturasi oksigen) yang semula masih diinput secara berkala dan manual oleh perawat atau dokter jaga, ditargetkan untuk dapat direkam secara otomatis dan real-time. Dengan menerapkan teknologi Edge Computing yang menjadi keahlian tim peneliti, aliran data dari perangkat ICU tersebut nantinya akan ditarik secara langsung agar terintegrasi dan terpusat pada dashboard Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS). Transformasi ini diharapkan mampu meminimalisir potensi human error, menjamin keakuratan rekam medis, serta mempercepat langkah pengambilan keputusan klinis pada pasien dalam kondisi kritis.

Usai pelaksanaan diskusi yang komprehensif di ruang rapat Dewan Pengawas Lantai 2, agenda pertemuan dilanjutkan dengan kegiatan site visit atau peninjauan lapangan secara langsung ke ruang Intensive Care Unit (ICU). Kunjungan ini didampingi langsung oleh pihak RSMH guna mengobservasi peralatan medis dan kelengkapan bedside monitor yang saat ini digunakan untuk merawat pasien. Observasi langsung ini dinilai sangat krusial bagi tim peneliti untuk melakukan pemetaan kondisi teknis di lapangan, seperti mengidentifikasi spesifikasi perangkat, mengecek ketersediaan antarmuka (port) komunikasi data, serta memahami protokol bawaan dari masing-masing alat medis. Dengan mendapatkan informasi riil dan presisi secara langsung, tim gabungan FASILKOM UNSRI dan SIM-RS RSMH dapat merancang metode ekstraksi data yang paling aman dan kompatibel, sehingga proses integrasi perangkat ke dalam dashboard SIM-RS nantinya dapat berjalan mulus tanpa sedikit pun mengganggu fungsi vital alat-alat pendukung kehidupan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *